Salam dari Redaksi
Koncopleker,....Sapaan khusus didalam Blognews ini sebagai sapaan akrab untuk siapa saja yang mengerti arti pertemanan dan persahabatan.
Koncopleker,....Adalah sapaan kekeluargaan disini untuk saling bisa menghargai satu sama lain sebagai wujud saling menghargai masing-masing karya yang diciptakan.
Koncopleker,....Segelas Kopi Sebatang rokok bisa jadi untuk berdua dalam kehangatan persahabatan.
Koncopleker,....Dari Blognews ini, Ayo kita saling bergandengan tangan, lalui kerasnya kehidupan yang dijejali orang-orang munafik dan egois, dimana para seniman mungkin susah mengalirkan karyanya. Disini mari kita saling melayangkan karya kita sebagai bentuk Galeri Cyber untuk bisa sampai ke Pemerhati Seni.
Koncopleker Achox F Rizaal
Informasi disekitar komunitas Seni, Budaya, Kesehatan, Kuliner dan Musik Indiependent
Selasa, 26 November 2013
Sabtu, 23 November 2013
CLUBoration on the street
Jalan Basuki Rahmat tepatnya diantara BRI Tower dan Hotel Bumi Surabaya telah digelar acara komunitas yang diselenggarakan oleh produk rokok baru "CLUB Mild". Acara yang dihadiri oleh komunitas Motor (Honda CB150R & Kawazaki Ninja 250cc) dan komunitas BMX extreme pun turut serta dalam memeriahkan acara ini dengan aksi-aksi Freestyle mereka. Dentuman musik-musik dugem yang dirangkai oleh DJ Female semakin menyemarakan acara ini. Kurang lengkap jika suatu event tidak ada bandnya, namun dari pihak produksi tetap merangkai acara ini dengan penampilan band Akustik dari "Apel" band.
Rangkaian acara ini sendiri sebenarnya untuk mendongkrak penjualan dari Produk CLUB Mild itu sendiri, apalagi terbilang produk terbaru. Acara ini diselenggarakan sejak tanggal 22 & 23 November 2013, dilanjut tanggal 29 & 30 November 2013 (Royal Plaza & Seberang Gramedia Expo). Kemudian rangkaian acara terus melalui kota-kota lain seperti di Samarinda, Bali, dll. Diharapkan acara ini bisa menyatukan/kolaborasi antara komunitas majority maupun komunitas minority hingga dapat menjalin persatuan & kesatuan dalam bersosialisasi, kata Bp. Irawan selaku PO dari rangkaian acara ini. Ok clubber? jangan cuma dugem di dalam saja?,... ayo kita bersama dugem dan bercluboration on the street.Jumat, 22 November 2013
Berbagi Untuk Sesama dari ERWINMORON
Koncopleker kita yang satu ini sangat getol & peduli terhadap sesama. Dia adalah "ERWINMORON" ex vokalisnya Dr.PM band yang pernah eksis dalam 3 album di era tahun pertengahan 95-2000an. Kegiatan nya akhir-akhir ini lebih banyak kearah sosial & seni budaya. Bentuk kegiatan yang sangat kita patut acungi jempol untuk Koncopleker kita ini, daripada artis-artis lain yang hidup dengan hiruk pikuk keglamoran dan sok asal sosial hanya karena didasari tujuan mendongkrak nama.
ERWINMORON saat ini sedang menjalankan Program Sosial dengan tajuk "BERBAGI UNTUK SESAMA". Program "BERBAGI UNTUK SESAMA" ini sudah dijalankan oleh Koncopleker ERWINMORON" sudah berlangsung selama 3 tahun, hasil keringat dari hasil manggung dan dari koncopleker sekitar ERWINMORON yang turut membantu disalurkan langsung olehnya. informasi lebih lengkap tentang Program ini bisa langsung klik link ini http://themoronrepublica.blogspot.com/2013/11/blog-post.html?spref=fb
Bursa Lukisan Indonesia & Seminar Nasional
Bursa Lukisan Indonesia yang diikuti pelukis-pelukis dari berbagai daerah Indonesia digelar di JX Internasional Jalan Ahmad Jani Surabaya mulai tanggal 22,23,24 November 2013. Rangkaian 3 hari acara ini dibuka dengan seminar nasional dengan tema "FENOMENA PASAR SENI RUPA INDONESIA" sebagai pembicara Agus Dermawan T (Jakarta), Syakib Sungkar (Jkt), Suwarno Wisetrotomo (Jogja), Djuli Djati Prambudi (Sby), Moderator Bung Rully Anwar. Acara ini diselenggarakan oleh Sanggar Merah Putih.
Koncopleker yang suka dengan seni rupa, tinggal 2 hari lagi acara ini berlangsung (Sabtu & Minggu besok). Bergegaslah.
Rabu, 20 November 2013
Konser MAHA CINTA RAHWANA Republik Jancukers
Konser
Republik Jancukers “Maha Cinta Rahwana”, yang akan digelar pada 19-20 November
2013, pukul 20.00 WIB di JX International Jl. Ahmad Yani 99 Surabaya ini, tidak
saja menuntaskan kerinduan Sujiwo Tejo kepada publik Surabaya dan Jawa Timur
pada umumnya.
Konser ini, boleh dibilang sebagai wujud terimakasih Sujiwo Tejo pada lingkungan budaya yang telah membentuknya. Inilah konser yang memadukan beragam unsur seni, mulai dari musik, tari teater, ludruk, tayub dan wayang.
Konser ini juga menandai rentang panjang perjalanan kreatif Sujiwo Tejo yang telah mencapai perjalanan 25 tahun bermusik. Lagu-lagu seperti Ingsun, Anyam-anyaman Nyaman, Blak-blakan, Ole Olang Wanita, Changing Room, Pada Sebuah Ranjang, Jancuk, The Sound Of Orang Asik, Zen Die, Pada Suatu Ketika, dan Kidung Kekasih, tidak sekedar dinyanyikan sebagaimana pada konser musik pada umumnya, tetapi disusun membentuk alur pengisahan tentang cinta Rahwana pada Sinta yang begitu agung. “Ini memang sebuah konser musik dengan pendekatan pementasan teater musik yang dipadukan dengan wayang,” ujar Agus Noor, selaku show director.
Lagu-lagu menjadi hal yang penting bagi suasana yang terbangun di atas panggung. Ia kadang menjadi sebuah kesaksian, menjadi ungkapan keadaan dan perasaan, atas kisah yang “dituturkan” Sujiwo Tejo dalam konser ini.
Inilah kesempatan bagi para “Jancukers” Surabaya dan Jawa Timur untuk menyaksikan konser yang sebelumnya sukses digelar di Jakarta. Bagi Sujiwo Tejo, konser di Surabaya, seperti seorang anak yang pulang ke ibu kandungnya. Bagaimana pun semangat dan filosofi jancukers tumbuh di Jawa Timur. “Inilah spirit berkesenian saya,” katanya.
Konser Maha Cinta Rahwana ini juga akan didukung Butet Kartaredjasa, Anji, Eka Deli, Sruti Respati, Sitok Srengenge, komedian Trio GAM (Gareng, Joned, Wisben) dan penata musik Bintang Indrianto yang berkolaborasi dengan musisi Surabaya Kukuh Setia Budi, koreografer Dimas Pramuka dan para penari Surabaya. Keterlibatan seniman-seniman Surabaya dalam konser Maha Cinta Rahwana ini, jelas akan semakin memberi warna yang khas Jawa Timuran.
“Konser Republik Jancukers Maha Cinta Rahwana ini, semoga bisa menuntaskan utang saya pada para jancukers di Surabaya,” kata Sujiwo Tejo. Di konser ini, kita tak hanya akan melihat “kenakalan” Sujiwo Tejo, tetapi juga sisi romantis dan puitis. Sebuah konser yang memang unik, sekaligus nostalgia pada lagu-lagu dari album Pada Suatu Ketika (1988), Pada Sebuah Ranjang(1989), Syair Dunia Maya (2005), Yaiyo (2007)
PERTEMUAN DUA PRESIDEN
Konser Maha Cinta Rahwana (MCR) juga bisa menjadi ajang pertemuan dua presiden dalam satu panggung, tentu tidak membahas masalah politik dan ekonomi terhangat.
Namun kedua Presiden itu akan bernyanyi, berorasi dengan nada kritis dan menggelitik. Sujiwo Tejo selain sebagaiu seniman dan mantan wartawan, juga dikenal sebagai Presiden Republik Jancukers. Sementara Butet Karterejasa sudah lama dikenal sebagai Presiden Monolog. “Jadi bisa kita bayangkan, kalau dedengkot seniman panggung kontemporer ini bertemu dalam satu panggung. Tentu tontotan berkualitas dari keduanya akan menghibur para penonton, makanya kesempatan langka ini jangan sampai terlewatkan”, kata Mohammad Himawan dari Harubiru Midrapraja, sebagai EO pementasan ini.( Kutipan dari: fiqi.wawanda@yahoo.com )
#GIGS SIDOARJO "BERSATU WALAU BERBEDA"
BERSATU WALAU BERBEDA #3 x Launching Album Let's Modic Sabtu, 23 November 2013 HTM OTS: Rp 15.000 PRESALE : Rp 10.000 (free stiker) Dapatkan Presale BWB#3 di : -The Chief Music Studio (gor sidoarjo) -Soldout Distro (tulangan) INFO: ☎:085645047053(Rinal) NB : Lebih Dari 5.000 Stiker Akan Kami Siapkan, untuk acara terakhir SUPPORT ACARA INI DENGAN MEMBELI TIKET !!! YANG JAUH MENDEKAT ,YANG DEKAT MERAPAT |
INILAH SALAH SATU LEGEND MUSISI INDONESIA "GOMBLOH"
Ada yang bilang The Legend Musik itu adalah The Beatles, Elvis Presley, dll yang dibilang harus band luar negeri. Ada yang sependapat dan lebih banyak yang kurang sependapat. Kenapa? Karena di Indonesia sendiri banyak musisi-musisi lama yang juga membuahkan hasil karyanya untuk bangsa ini tidak di perhatikan sama sekali. Edisi ini adalah sang Maestro lagu "Kebyar-Kebyar" yang menjadi salah satu lagu yang sering kita dengar saat menjelang kemerdekaan, sang Maestro itu adalah "GOMBLOH" kelahiran Jombang Jawa Timur 14 Juli 1948, Meninggal tanggal 9 Januari 1988 di Surabaya pada usia 39 tahun. Nama aslinya adalah "SOEDJARWOTO SOEMARSONO".
Masa Muda Gombloh adalah seorang pedagang ayam potong, kehidupan yang sangat sederhana dalam keluarga sederhana. Lulusan SMA Negeri 5 Surabaya ini sempat berkuliah di Institut Sepuluh Nopember (ITS) Jurusan Arsitektur namun tidak menuntaskan karena nalurinya bermusik dan memilih jalan sebagai seniman. Karir musik Gombloh pernah bergabung dengan grup aliran art orchestral rock "LEMON TREE's ANNO" di tahun 1969, band yang pernah dinaungi Leo Kristi dan Mendiang Franky Sahilatua. Karya-karya lagu yang pernah diciptakan banyak terinspirasi dari kehidupan sosial sehari-hari dan tema Nasionalisme (yang hingga kini menjadi salah satu lagu nasional "KEBYAR-KEBYAR"). Album yang pernah dirilis bersama Lemon Tree's Anno yang berbahasa Jawa adalah "Sekar Mayang", "Hong Wilaheng" album "Berita Cuaca" menggunakan lirik yang diambil dari Serat Wedhatama. Menjadi penulis lagu "Tangis Kerinduan" dengan penyanyi Djatu Parmawati 1988 dan "Merah Putih" 1986.
Masa Muda Gombloh adalah seorang pedagang ayam potong, kehidupan yang sangat sederhana dalam keluarga sederhana. Lulusan SMA Negeri 5 Surabaya ini sempat berkuliah di Institut Sepuluh Nopember (ITS) Jurusan Arsitektur namun tidak menuntaskan karena nalurinya bermusik dan memilih jalan sebagai seniman. Karir musik Gombloh pernah bergabung dengan grup aliran art orchestral rock "LEMON TREE's ANNO" di tahun 1969, band yang pernah dinaungi Leo Kristi dan Mendiang Franky Sahilatua. Karya-karya lagu yang pernah diciptakan banyak terinspirasi dari kehidupan sosial sehari-hari dan tema Nasionalisme (yang hingga kini menjadi salah satu lagu nasional "KEBYAR-KEBYAR"). Album yang pernah dirilis bersama Lemon Tree's Anno yang berbahasa Jawa adalah "Sekar Mayang", "Hong Wilaheng" album "Berita Cuaca" menggunakan lirik yang diambil dari Serat Wedhatama. Menjadi penulis lagu "Tangis Kerinduan" dengan penyanyi Djatu Parmawati 1988 dan "Merah Putih" 1986.
Tanggal 27 November 2013 akan digelar acara untuk menghormati Gombloh dengan karya-karyanya. Berlokasi di lapangan partkir timur Plaza Surabaya. Acara yang didukung dengan titel "TRIBUTE to GOMBLOH" ini dimeriahkan oleh Sawung Jabo, Oppie Andaresta, Roy Jeconiah, dan artis-artis lokal Surabaya. Datang ya konco-konco plekeplek? FREEEEEE!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)





+di+Plasa+Surabaya.jpg)